Laporan Hasil Pemeriksaan Investigasi Lanjutan Atas Kasus Century Tbk (bagian Pertama)


Source @benny_israel

Bagian Pertama

Mau tau hasil audit forensik BPK. Ini hasilnya. Audit #forensik tersebut berjudul: Laporan Hasil Pemeriksaan Investigasi Lanjutan Atas Kasus Century Tbk. Nomor: 87A/LHP/XVI/12/2011 Tanggal : 22 Desember 2011. Ditanda tangani anggota BPK Taufiequrachman Ruki Ada 13 poin temuan BPK dalam audit Investigasi Lanjutan ini. Ditambahkan 2 poin informasi tambahan lainnya terkait aliran dana. Tidak ada kejutan baru dalam hasil Audit Investigatif BPK kali ini. Kecuali temuan soal transaksi valas ZEM. Dibuat lebih detail.

BPK mengakui ada 5 hambatan dlm Investigasi Lanjutan atas kasus BC ini:

  1. BPK tidak memperoleh akses sebagian personel kunci dalam kasus antara lain AT, DT, HT. RAR, HAW, HH dan KJ yg diantaranya berstatus DPO dan dalam proses hukum.

  2. BPK tdk dpt mperoleh akses transaksi diluar negeri karena kendala ketentuan kerahasiaan transaksi perbankan di masing2 negara.

  3. Ketidaklengkapan data dan nasabah dan/atau transaksi di BC.

  4. BPK kurang memperoleh akses dokumen dan informasi terkait kasus PT. Bank Century Tbk yg sedang digunakan oleh aparat penegak hukum dlm proses penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di pengadilan.

  5. BPK tdk memperoleh akses atas dokumen dan informasi terkait PT. ADI yang dititipkan oleh Bapepam LK di Gudang BEI.

Temuan 1-Dana. Hasil penjualan SSB US Treasury Strips (UTS) BC sebesar USD29,77jt digelapkan FGAH. (HAW dan RAR). Hasil penjualan UTS sebesar USD41jt dg nilai bersih sebesar USD 38,86 jt diantaranya sebesar USD 30,28 jt tidak diterima oleh BC. Karena menurut DBSL jumlah tsb dijadikan jaminan kredit FGAH di DBSL. Akhirnya dicairkan unt membayar kredit FGAH USD29,77jt. Sedangkan sisanya sebesar USD0,51jt ditransfer ke rekening BC di Standard Chatered New York.

Temuan 2-Transaksi pengalihan dana hasil penjualan SSB US Treasury Srtips (UTS) BC sebesar USD7jt dijadikan deposito PT AI di BC merugikan BC. Transfer menjadi deposito PT AI di BC hatas perintah DHI Kadiv Trasury BC).

Temuan 3-Surat-surat Berharga (SSB) yg diperjanjikan dlam skema AMA sebesar USD163,48jt telah jatuh tempo namun tdk dapat dicairkan.

Temuan 4-Dana hasil pencairan kredit kepada 11 Debitur tdk digunakan sesuai tujuan pemberian kredit.

Temuan 5-Hasil aset eks jaminan kresit oleh PT TNS sebesar Rp58,31miliar dan Rp99,5miliar tdk disetor ke BC.

Temuan 6-Pencairan margin deposit jaminan beberapa Debitur L/C bermasalah dilakukan sebelum L/C jatuh tempo untuk keperluan diluar kewajiban akseptasi L/C.

Temuan 7-Sdri. DT menutup ketekoran dana valas sebesar USD18jt dengan deposito milik Sdr. BS nasabah BC. Ingat ya nama BS ini orangnya sudah almarhum agustus kemarin dan dia adalah pemilik pabrik rokok. Sama inisial dgn anggota DPR.

Temuan 8-Sebagian dana valas yg diduga digelapkan oleh DT mengalir kepada ZEM th. 2008 sebesar USD392,110. ZEM adalah anggota DPR dari partai oposisi. Saat ini berada di Komisi XI. Bidang Keuangan dan Perbankan. Dari transaksi dana keluar dari DT 2008 diketahui penyetoran ke rekening valas ZEM di BC. Dan penyerahan valas secara tunai oleh DT kepada ZEM.

Total berjumlah penyetoran dan penyerahan sebesar USD392,110. Trasaksi ini diakui oleh ZEM dan STP (staf priority banking CIC). Mereka mengakui sebagai trasaksi yg berhubungan dengan investasi ZEM di CIC-IC dalam bentuk PN/Promesory Notes.

Dari hasil penelususran lebih lanjut atas transaksi ZEM dengan BC diketahui sebagai berikut;

1. Transkasi yg berkaitan dg penempatan dan pencairan pokok PN 2008 menurut ZEM dilakukan tunai. Tapi BPK tidak menemukan bukti penyetoran baik di BC maupun yg dimiliki oleh ZEM sendiri. Berdasarkan penjelasan TIT pd 19 Okt 2011. Tdk ada pemasukan kas valas secara fisik di BC. Bukti yg dimiliki oleh ZEM hanyalah berupa sertifikat PN saja.

  1. Dari sertifikat PN yg dimiliki oleh ZEM diketahui CIC-IC berkedudukan di British Virgin Island. Tapi pengetikan dilakukan sendiri oleh staf HT bernama SKB atas perintah HT yang berkoordinasi dengan RT. ZEM menyatakan bahwa tingkat bunga atas investasi CIC-IC ditentukan oleh RT dan seluruh transaksi melalui BC.

    RT mengaku tidak mengenal CIC-IC dan tidak ada pihak BC yg bisa menjelakan keberadaan CIC-IC. CIC-IC tdk memiliki rekening di BC dan tidak ada aliran dana dari CIC-IC ke BC dalam bentuk apapun. Dlm periode Jan-Nov 2008 ada 56 kali transaksi yg tercatat sbg setoran ke rekening ZEM di BC sebesar USD 74.300.

    Penyetoran tersebut tanpai disertai dengan penyerahan dana valas secara fisik. ZEM mengatakan bahwa setoran tsb merupakan bunga atas investasi PN milik ZEM di CIC-IC. BPK menemukan bahwa transaksi tsb oleh TP dan TIT sbg penambah hutang DT ke BC.

    Dlm periode thn 2008,terdapat 6 kali penyerahan valas scr tunai sebesar USD317,810 dari BC Kepada sdr. ZEM melalui staf Priority Banking and Marketing, yg terdiri dari : -tgl 05maret08 sebesar USD50,000 ; -tgl 02April08 sebesar USD1,000 ; -tgl 16Mei08 sebesar USD2,400 ; -tgl 10juli08 sebesar USD98,436; -tgl 17Juli08 sebesar USD165,000; -tgl 21Oktober08 sebesar USD974.

    Menurut penjelasan Sdr. ZEM & Sdri. Stp,penyerahan valas scr tunai terkait dgn pencairan pokok investasi & pendapatan bunga milik Sdr. ZEM di CIC-IC. BPK tdk menemukan dokumen yang mendukung penjelasan tersebut.

    Transaksi BC dgn Sdr. ZEM pada thn 2008 sebesar USD392,110 merupakan sebagian kerugian BC dlm transaksi valas & mjadi beban PMS. BPK belum memperoleh data yg memadai atas transaksi Sdr. ZEM periode thn 2005 s.d. 2007 yg tdk memungkinkan BPK utk mengambil kesimpulan.

    Menurut keterangan Sdr. TIT,data tsb dikuasai oleh Sdri. DT. BPK berkesimpulan bahwa: -transaksi BC dgn ZEM pd thn 2008 sebesar USD392,110 merupakan sebagian dr kerugian BC dlm transaksi Kerugian BC dalam transaksi valas dan kemudian menjadi beban PMS.

    BPK belum memperoleh data yg memadai atas transaksi ZEM periode thn 2005-2007 yg tdk memungkinkan BPK mengambil kesimpulan. Temuan #9 -aliran dana dari PT CBI (pihak terafiliasi) kepada Sdr. BM sebesar Rp.1 miliar,bpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Salah satu perusahaan yg diketahui sbg pihak terafiliasi dgn BC adalah PT CBI yg dimiliki Sdri. FO (ibu dari Sdr. RT) & Sdr.AT.

About these ads

About ceritapasar

Hopping tour (imaginary). become an imaginary due to limited time. starting from the Affairs of work unfinished, yet nothing – until the overlap by other things. I'm also interested, preferring organic growth investment rather than speculation. Ask me any questions, I can chat-chatting about the economy, capital markets, political philosophy, history, literature, film, music and you. Yes, you.
Gallery | This entry was posted in source socmed and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s